My People

Welcome!

Assalamualaikum,
Welcome to the MilkyNadway!
MilkyNadway it's a fairytale! And i am a Queen of the kingdom in MilkyNadway. You can go to anywhere, you can be everything you want, and dont worry about time, and pain, and the sadness, the sorrow, you will not found it here.
So have fun, and enjoyed!

-arigatou \(^O^)/ sayounara
from, queen

Oktober 27, 2015

Ketika aku, adalah Aplikasi.

Hai gue sebuah situs jejaring social yang biasa kalian sebut kontak jodoh, tapi bisa juga sebagai perusak jodoh. Tergantung bagaimana kalian menggunakan gue, dengan sebaik-baiknya kah, atau untuk mencari kebohongan?

Tanpa gue sadari, banyak banget manusia di muka bumi ini yang menyuaki gue. Dari yang sekedar iseng, jualan, sekedar mencari kesenangan, jual diri, atau yang bener-bener nyari jodoh disini.
Gue tertarik melihat satu orang perempuan, yang begitu percaya diri dan jujur dalam bercerita tentang dirinya kepada seluruh match yang beruntung bisa chating dengan dia.
Dia menanggapi beberapa orang, seakan-akan memancing mereka agar penasaran dengannya.
Ketika mereka sudah sangat dekat, baru dia mau membuka social media dia kepada teman barunya itu.
Menarik menurut gue, karena dia terlihat berbeda. Dan menurut survey yang gue lihat, kebanyakan laki-laki jadi tertantang untuk mengetahui dia lebih jauh lagi. Tapi semua balik lagi ke si perempuan ini... Sepertinya dia tipe yang setia, terlihat ketika dia mulai akrab dengan satu orang laki-laki berwajah arab-chinese, dan seketika itu pula dia berhenti membuka aku. Yang terus dia buka adalah Line. Well, jadi gue bertanya kepada Line, bagaimana kelanjutan perempuan ini.
Line menjawab dengan sumringah, jika perempuan ini sekarang kian akrab dengan si laki-laki. Walau dia masih sedikit tertutup, tapi dia mulai tertawa ketika menggunakan telefon. Gue dan Line, bertanya kepada telefon, apa yang mereka bicarakan hingga si perempuan tertawa.
Telefon berkata, si laki-laki sangat pintar berbicara, ia memuja si perempuan, dan selalu berkata jika mereka memiliki sebuah koneksi. si perempuan tertawa, dan menolaknya. namun walaupun ia menolak, tapi si laki-laki tidak menyerah.
"Jadi, dia tertawa bukan karena senang?" tanyaku kepada telefon..
"sepertinya. Jika ia menggunakan aku lagi, aku pasti memberi tahumu." Jawab, telefon.
Gue penasaran mengenai kelanjutan hubungan mereka.
Setiap hari yang gue tau adalah mereka selalu berkomunikasi di Line, sedikit yang gue tau si laki-laki tetap membuka gue setiap harinya, ia masih berkomunikasi dengan match yang lain, bercanda dan tertawa dengan perempuan lain. Aneh, jika ia memang ada koneksi dengan si perempuan, lantas Gue berbicara dengan Line, tentu saja Line tidak percaya, karena yang ia lihat adalah si laki-laki terus mengeluarkan bahasa cinta kepada si perempuan. Dia selalu jujur dan terbuka, dan sangat perhatian kepada si perempuan. bahkan Line berbicara dengan telefon, dan telefon mengakui bila si perempuan sudah mulai membicarakan suatu hal tentang pacar kepada temannya.
Benar saja, mereka berpacaran ketika memasuki bulan ke tiga sejak awal mereka bertemu. Si perempuan ternyata sangat mencintai si laki-laki, namun ia merasa ia bukanlah yang terbaik. Setiap hari yang ia lakukan adalah menulis note. Note adalah aplikasi paling sabar diantara gue, Line, dan telefon. Ketika Line cape digunakan terlalu lama, ia akan marah dan handphone menjadi panas. Ketika Line merasa lelah terus-terusan digunakan, ia akan berhenti bekerja. Ketika gue cape digunakan, gue akan menghapus beberapa match sehingga mereka kesal. Yang bisa kami lakukan hanya menggeretak. Lain lagi dengan Note, yang bisa ia lakukan adalah curhat dengan kami. Disitulah gue mengerti betapa si perempuan telah benar-benar jatuh hati.
Menurut Line, mereka akan kebandung bersama-sama.
Namun sama seperti dugaan gue, Line mulai agak risih dengan beberapa sikap si laki-laki.
Perlahan-lahan sikapnya berubah, terlihat dia sangat egois, dan mementingkan kehendaknya.
Contohnya ketika si perempuan ingin menyudahi hubungan karena ia merasa, jika si laki-laki akan memutuskan hubungan nantinya, jd lebih baik ia duluan agar ia tidak akan lebih terluka. namun si laki-laki tidak mau dan berusaha mempertahankan. beberapa hari kemudia, si laki-laki menyudahi hubungan karena hal yang ditakuti oleh si perempuan, dan ketika si perempuan sudah semakin cinta kepada si laki-laki. alhasil, yang paling terluka adalah si perempuan.
Terkadang gue marah kepada si laki-laki, awalnya ia menghapus gue dari handphonenya, karena si perempuan melihat si laki-laki masih chating dengan wanita lain. well, tepat seperti dugaan gue, dia bukan laki-laki yang setia.
Line bercerita kepada gue, jika si laki-laki kini semakin menguasai si perempuan, setiap hari si perempuan menangis didepan Line, menatap chat mereka berdua. Si perempuan sangat tegar, ia tetap ingin melihat si laki-laki bahagia. tidakkah ia mengerti jika perempuan yang ia kencani sangat lembut hatinya?
Sudah berbulan-bulan berlalu semenjak kejadian terakhir mereka bertengkar di telefon karena laki-laki lain, yang sebenarnya itu hanya candaan teman-teman si perempuan, namun si laki-laki dengan emosinya langsung menghina si perempuan.
Gue melihat si laki-laki mulai mengunduh gue, dan mulai bermain lagi dengan gue. Gue menghampiri Line.
"Apakah hubungan mereka sudah putus?" tanya gue.
"tidak, mereka masih berhubungan." Line terlihat curiga, "kenapa" tanyanya.
"tidak.. laki-laki itu mulai mengunduhku." jawab gue muram.
Line tampak kaget dan tidak percaya, namun dia hanya menggeleng-geleng, dan menatap iba wajah si perempuan. Line berbisik pilu, "Aku berharap dia cepat menemukan kejelekan si laki-laki sehingga ia tidak terus dibohongi seperti ini."
Kini gue fokus mengamati kegiatan si laki-laki, sejauh yang gue tau Line bisa berbicara dengan Line yang lainnya, namun ternyata tidak. Line berbeda dengan gue, dia hanya ada di handphone si perempuan. dan Line si laki-laki berada di handphone si laki-laki. Gue mendesah lemas.
Beberapa bulan kemudian, Line menghampiri gue dengan tergesa-gesa.
"Si perempuan ulang tahun, kau tau si laki-laki sering membuatku berhenti berbicara kepadanya."
"bagaimana bisa?" tanya gue bingung
"dia memblock semua ucapanku, sehingga dia tidak bisa membacanya." ucap line sedih
"kenapa? terus mereka berbicara darimana?"
"Path, dan Instagram. Aku melihat mereka berbicara disana." ucapnya.
Gue dan Line mulai berbicara dengan Instagram.
"apa kau tau tentang kedua orang itu?" tanya gue.
Instagram merenggut. "Kau bisa melihat mereka memiliki foto yang sangat-sangat romantis. ketika si laki-laki berulang tahun, si perempuan sangat-sangat sibuk."
"kapan kejadian itu?" tanya gue.
"sekitar bulan juli--"
"ah! aku tau, ketika itu si perempuan sedang sibuk training, dan dia tidak memiliki banyak uang. namun dia sangat-sangat menginginkan si laki-laki senang." selak Line.
Gue terdiam.
"tapi.." ucap instagram, "si laki-laki memiliki perempuan baru. aku lihat dia chatingan sama perempuan yang bilang dirinya model. dan bahkan si perempuan itu memasang foto si laki-laki di Instagram."
"benarkah???" ucap gue kaget. "lantas bagaimana reaksi si perempuan?"
"tentu saja ia marah. Sangat marah. tapi ia memaafkan si laki-laki."
Gue menghela nafas. "sudah kuduga."
"namun, kabar baiknya si laki-laki berhenti mengikuti si perempuan di instagram."
"aku tidak yakin. percaya denganku, nanti mereka akan kembali berteman. Aku mulai mengerti sikap si laki-laki." Ujarku skeptis
Benar saja, setelah kejadian itu, ketika si perempuan berulang tahun, dan si laki-laki mengunjunginya. Perempuan dan si laki-laki bertengkar hebat, menurut Line, si Laki-laki mulai dekat dengan sahabatnya, dan mereka bahkan berpacaran di belakang si perempuan.
Ulang tahun si perempuan dan si sahabatnya laki-laki sama. Begitukah akhirnya?
Awalnya mengejar kini merusak.
Akhirnya mereka benar-benar resmi berpisah.
Line berkata kepadaku, jika si perempuan sudah meminta kepada si laki-laki untuk tidak menghubunginya lagi.
Sepertinya dia amat sangat terluka.
Kau pasti tau mengapa, karena kami ikut merasakan. namun apalah daya kami, kami hanya bisa melihat dan menggertak :')